Manfaat Al-Quran untuk Penyakit Sosial

Manfaat ayat-ayat Al-Quran sebagai media penyembuhan juga sangat mempengaruhi  pola piker dan prilaku masyarakat. Hal itu tentu terjadi setelah mereka merasakan manfaat Al-Qur’an secara fisik, psikis, dan mistis. Oleh karena itu, dengan adanya pengobatan ruqyah syar’iyyah, masyarakat menjadi lebih berhati-hati memilih pengobatan nonmedis. Mereka menjadi tercerahkan, apalagi para ustadz-ustadz yang meruqyah mereka tidak hanya sebatas mengobati keluhan mereka, tetapi juga membimbing mereka agarterlepas dari bid’ah,syirik, dan khurafat yang dikandung pengobatan dukun dan sejenisnya.

Dengan adanya terapi ruqyah syar’iyyah, masyarakat lebih mandiri dan islami  dalam upaya penyembuhan diri dan keluarga dari pengaruh-pengaruh yang tidak terdeksi oleh medis, bukan dengan cara klenik atau perdukunan. Dengan demikian, lebih besar kemungkinan mereka terhindar dari segala penipuan dan pemerkosaan yang dilakukan dukun cs, karena mereka tidak lagi terbiasa mendatangi para penyembah dan pemuja setan tersebut.

Pendapat Syaikh Muhammad Al-Ghazali

Syaikh Muhammad Al-Ghazali-salah satu tokoh penggerak dan ulama Al-Azhar-mengatakan dalam bukunya, “Al-Qur’an tidak lain hanyalah sebagai obat bagi penyakit sosial (al-amradh al-ijtima’iyyah) dan penyakit moral (al-amradh al-akhlaqiyah) dengan segala jenisnya. Jadi, mana mungkin posisi (Al-Quran ) yang bersifat universal diletakkan di rumah sakit agar dapat menjadi obat bagi yang sakit. Pendapat seperti ini tidak perlu diucapkan. Bahkan, hal itu merupakan bagian dari perdukunan yang seharusnya terlepas dari ilmu keislaman, karena para dukun tidak punya akal sehingga mereka merusak islam dengan perbuatan-perbuatan bid’ah dan khurafat yang tidak ada dalilnya.”

miras adalah contoh penyakit masyarakat
miras adalah contoh penyakit masyarakat

Berdasarkan hal itu, Syaikh Muhammad AL-Gazhali menilai keliru pendapat bahwa membacakan al_Qur’an dapat menyembuhkan penyakit pasien alih-alih dioperasi. Pendapat itu menurutnya harus dikritisi logika. Penilaian sang Syaikh ini didukung sebagian ulama dan cendikiawan Muslim, khususnya kalangan medis.

Baca Yang Ini  Obat Tradisional Asam Urat Yogyakarta

 Pendapat Syaikh Muhammad Al-Gazhali-sebagaimana pendapat Syaikh Muhammad Sayyid Ath-Thanthawi, Prof. DR Quraish Shihab, dan lain-lain disebutkan  sebelumya-pada satu sisi memiliki kebenaran tetapi pada sisi lain mengandung kekeliruan. Pertama, benar bahwa Al-Qur’an merupakan kitab akidah, syariat, akhlak, dan obat untuk mengatasi persoalan sosial-kemasyarakatan. Pada sisi ini tidak ada yang perlu dipersoalkan. Kedua, ,mengingkari terapi dengan Al’Quran sebagi obat penyakit fisik dan psikis dan kemudian mengatakanya sebagai pengobatan dukun atau khurafat adalah jelas keliru, tanpa mengecilkan nama besar ulama sekelas Syaikh Muhammad Al-Gazhali.

Terapi Al-Qur’an merupakan obat untuk mengatasi penyakit secara umum berdasarkan pada nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah. Para ahli tafsir dan ulama salaf pun telah menjelaskan bahwa penyakit yang dapat disembuhkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an  bersifat umum, fisik, dan psikis.

Syaikh Al-Aini dalam Umdah Al-Qari-menukil pendapat Al-Khattabbi- berkata:

judi adalah contoh penyakit masyarakat
judi adalah contoh penyakit masyarakat

Ruqyah yang diperintahkan Rasulullah adalah (terapi) dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan zikir melalui lisan (bacaan) orang-orang saleh yang berjiwa bersih. Ini merupakan ath-thibb ar-ruhi (terapi spiritual) nyang menjadi rujukan mayoritas persoalan di zaman dahulu ketika masih banyak orang yang saleh.

Tatkala keberadaan orang-orang saleh berkurang, manusia cenderung pada ath-thibb al-jismani (terapi fisik), karena tidak ada lagi pengaruh ath-thibb ar-ruhani (terapi spiritual) bagi penyakit akibat hilanhgnya nilai-nilai spiritual yang sedianya dimiliki para peruqyah. Sedangkan ruqyah yang dilarang adalah jampi (mantra) para dukun tukang jimat dan orang-orang yang mengeklaim dapat mernguasai jin. Demikian terang Al-Khattabbi

Namun, ditempat lain SYaikh Muhammad Al-gazhali seakan telah rujuk dari pendapatnya tadi. Ketika mengomentari kisah shahabat yang mengobati kepala suku yang terkena gigitan binatang berbisa, beliau berkata,”Aku pernah tertegun (membaca) kisah ini dari beberapa aspek. Al-Fatihah merupkan surah yang sangat Agung karena mengandung pujian kepada Allah dan doa. Awalnya saya berpikir surah ini hanya bermanfaat bagi yang membacanya saja. Adapun maanfaatnya terhadap orang yang dibacakan telah dibuktikkan kisah tersebut. Disini kita melihat ada semacam pengakuan dari beliau bahwa Al-Qur’an bermanfaat secara medis dan fisik. Wallahu a’lam.

Manfaat Al-Quran untuk Penyakit Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *