Mengenal Istilah Dalam Akupuntur
30 June 2019
Terapi Kesehatan Alternatif Tradisional Terbaik yang ada di indonesia
14 July 2019
Show all

Mengenal terapi bekam sebagai sunnah nabi

photo by : Mengenal terapi bekam sebagai sunnah nabi

1 Sejarah Terapi Bekam

 

Terapi bekam adalah terapi warisan dunia. Terapi ini telah dikenal oleh berbagai bangsa dunia sejak ribuan tahun lalu. Di bangunan – bangunan ibadah mesir kuno sudah terdapat relief yang mengilustrasikan terapi bekam. Jadi terapi bekam sudah ada sebelum Rasulullah Muhammad r  di utus oleh Allah.

Baca juga : terapi bekam jogja

Metode terapi bekam yang digunakan berbeda – beda pada setiap bangsa. Suku mesir kuno dan nusantra menggunakan tanduk hewan sebagai alat terapi. Bangsa Romawi dan Yunani menggunakan gelas kaca. Bangsa cina menggunakan bambu dan pipa kaca. Ini menujukan bahwa terapi bekam telah eksis sejak jaman dahulu.

 

2 Terapi Bekam & Sunnah Nabi

 

Terapi bekam sudah ada sebelum nabi Muhammad r diutus untuk menyampaikan islam. Hal ini sebagai penguat bahwa terapi bekam bukanlah terapi yang ditemukan atau diajarkan oleh Rasulullah r. Rasulullah r berikhtiar dengan terapi bekam untuk meningkatakan kesehatan dan mencari kesembuhan. Banyak hadis yang menjelaskan perkara ini.

Sebagai umat islam yang menjujung tinggi aturan agama mematuhi dan meneladani nabi muhammad r dalam segala sisi kehidupan adalah keutamaan dan ibadah. Beliau adalah suri teladan dalam berbagai masalah, termasuk dalam masalah kesehatan.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh telah ada pada diri Rasululah itu suri teladan bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.  (QS. Al-Ahzab : 33)

Secara sederhana sunnah boleh diartikan dengan perbuatan dan ucapan nabi Muhammad r. Karenanya mengikuti sunnah berarti mengikuti atau mencontoh perbuatan nabi r dan melaksanakan ucapan atau perintah nabi r. Bekam termasuk sunnah nabi r karena nabi r pernah berbekam dan menganjurkan umatnya (rekomendasi) untuk berbekam.

إِنَّ مِنْ خَيْرِ دَوَائِكُمْ الْحِجَامَةُ

“Sungguh, diantara obat terbaik kalian adalah bekam” (HR. Ahmad) [1]

 

3 Terapi Bekam dalam Kedokteran Konvensional

 

Salah satu ciri khas kedokteran konvensional (modern) adalah data atau penelitian ilmiyah. Suatu terapi akan dimasukan ke dalam terapi kedokteran modern jika sudah terbukti secara ilmiyah sesuai dengan metodologi kedokteran bahwa terapi tersebut memiliki manfaat atau efek yang jelas pada proses penyembuhan.

Terapi akupuntur telah dimasukan ke dalam medis modern dengan nama akupuntur medik karena telah diteliti manfaatnya dan efeknya terhadap penyembuhan. Sehingga terapi ini dianggap sebagai terapi yang bermanfaat untuk kesembuhan pasien.

Terapi bekam adalah terapi yang sudah berumur sangat tua, lebih tua dibandingkan dengan kedokteran konvensional. Penelitian – penelitian terapi bekam pada kasus – kasus tertentu di kodekteran konvensional sudah dilakukan, baik dalam skala nasional maupun internasional. Alhamdulillah hasilnya memuasakan.

Terapi bekam memiliki efek positif untuk kesehatan dan kesembuhan. Dalam kedokteran konvensional terapi ini dimasukan sebagai terapi pelengkap (complementary).

Penggolongan itu tidak berarti bahwa terapi bekam tidak bisa dijadikan sebagai terapi utama atau terapi bekam tidak memiliki efektifitas yang memuaskan. Hanya saja melalui pendekatan medis modern terapi bekam diggolongkan sebagai terapi komplementer. Penggolongan ini bisa saja berubah dengan adanya penelitian – penelitan tentang terapi bekam kedepanya.

 

4 Terapi Bekam & Kedokteran Tradisonal Cina

 

Kedokteran tradisonal cina atau TCM adalah salah satu dari beberapa metode kesembuhan yang banyak dipraktekan di Indonesia. TCM memilki pendekatan tersendiri dalam memandang sehat sakit dan sembuh. Terapi bekam adalah salah satu terapi yang digunakan dalam kedokteran cina. Dalam kondisi – kondisi tertentu terapi bekam digunakan sebagai terapi utama.

 

A SUNNAH TERAPI BEKAM

 

Terapi bekam dalam pandangan seorang muslim bisa dipandang sebagai salah satu sunnah nabinya. Karenanya ruh atau perasaan mengerjakan sunnah juga harus dihadirkan dalam berbekam, terlebih saat ikhtiar memperoleh kesembuhan. Rasullullah telah menjelaskan tentang permasalahan ini dalam beberapa hadis;

 

1 Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berobat

 

Rasulullah r menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit. Beliau bersabda;

تداووا يا عباد الله فإن الله لم ينزل داء إلا أنزل معه شفاء إلا الموت والهرم

“Berobatlah wahai hamba – hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya. Kecuali kematian dan penyakit  tua.”[2]

Dalam hadis ini Beliau menyeru untuk berobat, karena berobat adalah bentuk usaha untuk memperoleh kesembuhan. Berobat adalah bagian dari ibadah karena berobat adalah perintah Rasulullah r. Berobat selaras dengan tujuan syariat islam yakni dalam salah satu ikhtiar melindungi  jiwa manusia.

Berobat adalah ibadah. Ibadah memilki dua syarat utama. Ikhlas dan sesuai syariat. Ikhlas karena Allah dalam berobat untuk mencari kesembuhan dan sesuai syariat yang berarti harus mengusahakan berbobat dengan sesuatu yang halal dan thayib (baik).

 

2 Rasulullah merekomendasikan terapi bekam

 

Sesuatu yang baik pasti akan memperoleh rekomendasi. Sebagaimana kita jika merasakan kebaikan dari sesuatu pasti kita akan merekomendasikan sesuatu tersebut. Nabi muhammad r telah menyebutkan kebaikan – kebaikan terapi bekam dalam sudut pandang kenabian “mengetahui sesuatu yang ghaib dan kepastian atas izin Allah”, diantaranya;

ما مررت بملإ من الملائكة إلا أمروني بالحجامة

“Tidaklah aku berlalu di hadapan sekelompok malaikat kecuali mereka memerintahkanku untuk berbekam.” (HR. Tabrani)[3]

إِنَّ مِنْ خَيْرِ دَوَائِكُمْ الْحِجَامَةُ

“Sungguh, di antara obat terbaik bagi kalian adalah bekam.” (HR. Ahmad)

إن كان في شيئ من أدويتكم خير ففي شرطة محجم أو شربة عسل أو كية نار توافق الداء وما أحب أن أكتوي

“Jika dalam sebagian obat kalian terdapat kebaikan maka itu terdapat dalam sayatan alat bekam, minum madu, atau sudutan besi panas (kay) yang sesuai penyakit. Tetapi aku tidak suka berobat dengan sudutan besi panas.” (HR. Bukhari)[4]

Terapi bekam mendapat rekomendasi langsung dari nabi Muhammad r dalam ikhtiar mencari kesembuhan. Hal ini bisa memperkuat kita sebagai umat islam untuk memberikan perhatian yang lebih dalam tentang terapi bekam. Karena sesuai kabar kenabian terapi bekam memilki keutamaan yang agung.  Salah satunya adalah pengobatan terbaik bagi seorang muslim.

Keimanan kita sebagai umat Mumammad r belumlah lengkap jika kita belum mengimani hadist bekam tersebut sebagaimana kita mengimani hadis – hadis shahih lainya. Berusaha menempatkan terapi bekam sesuai dengan bagaimana Nabi Allah r menempatkan terapi bekam adalah bagian kesempurnaan syahadat kita, bahwa rasulullah r adalah hamba dan utusan Allah.

Terapi bekam adalah terapi terbaik umat islam. Hal ini bukan berarti terapi selain terapi bekam tidak baik. Hanya saja dalam syariat islam terapi bekam memiliki keutamaan tersendiri dibanding dengan terapi lain.

 

3 Nabi mengamalkan terapi bekam

 

Terdapat banyak hadist yang menunjukan bahwa beliau pernah berbekam. Berikut diantaranya;

Dari Jabir bin Abdullah:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ عَلَى وِرْكِهِ، مِنْ وَثْءٍ كَانَ بِهِ

“Bahwa rasulullah r berbekam pada pinggulnya disebabkan oleh luka memar.” (HR. Abu Dawud).[5]

Dalam hadist riwayat Abu Dawud;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ ثَلَاثًا فِي الْأَخْدَعَيْنِ، وَالْكَاهِلِ

“Bahwa Nabi r  berbekam tiga kali bekaman di akhda’ain dan kahil.”[6]

(akhda’ain adalah urat di samping kanan dan kiri leher. Adapun kahil bagian yang terletak di antara kedua bahu paling atas.

Dalam hadist riwayat Nasai, dari Qatadah, dari Anas:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ مِنْ وَثْءٍ كَانَ بِهِ

“Bahwa Rasulullah r berbekam ketika ihram pada punggung telapak kaki disebabkan oleh luka memar.”[7]

Dari Samurah bin Jundab yang berkata;

دَعَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّامًا، فَحَجَمَهُ بِقَرْنٍ وَشَرْطَةِ شَفْرَةٍ، فَرَآهُ أَعْرَابِيٌّ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، عَلَامَ تَدَعُ هَذَا يَقْطَعُ لَحْمَكَ؟ قَالَ: «هَلْ تَدْرِي مَا هَذَا الْحَجْمُ، وَهُوَ خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ»

Rasulullah r pernah mengundang seorang juru bekam, lantas orang itu membekam beliau dengan tanduk serta menyayat beliau dengan mata pisau. Seorang dari Bani Fazarah melihat beliau lantas bertanya, “Wahai Rasulullah r, mengapa engkau biarkan orang ini mengiris dagingmu?”

Beliau pun bersabda, “Tahukah engkau, apa ini? Ini adalah bekam. Ia merupakan sebaik – baiknya pengobatan kalian.” (HR. Ahmad, Hakim, Nasai, dan Tabrani).[8]

Hadis – hadis ini menunjukan bahwa Rasulullah r mengamalkan terapi bekam. Rasulullah  r mengamalkan terapi bekam untuk kesehatan dan kesembuhannya (pada saat sakit). Dengan memperhatikan hadis – hadis ini akan membuat orang – orang yang dihatinya ada keimanan dan kerinduan untuk bertemu dengan nabinya akan mengamalkan bekam dan mengagungkanya. Kalau sang  nabi r berbekam, lalu kenapa umatnya enggan berbekam?.

 

4 Niat dalam terapi bekam

 

Niat adalah perkara yang sangat penting. Tak heran jika kita dapatkan dalam kitab – kitab ulama perkara niat dibahas dalam bab – bab pertama. Semua amalan tergantung pada niatnya dan seseorang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Hadis umar bin khatab:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : “إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى”

“Saya mendengar Rasulullah r bersabda : Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya seseorang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan”. (HR. Bukhari-Muslim)[9]

Penting untuk setiap muslim yang ingin mengamalkan sunnah terapi bekam untuk meluruskan niatnya terlebih dahulu. Niat yang tulus dalam berbekam adalah niat untuk mengamalkan sunnah, mengamalkan sunnah nabi Muhammad r dan bukan hanya sekedar terapi. Meskipun jika diniatkan hanya untuk terapi manfaat atau efek terapi bekam tetap ada dan diperbolehkan. Hanya saja yang demikian tersebut mengurangi keutamaan terapi bekam.

Jika dipandang dalam sudut pandang yang lebih luas, hanya meniatkan terapi bekam sebagai terapi seperti halnya terapi lainnya akan mengurangi keberkahan terapi dan menurunkan nilai spritualitas terapi bekam. Bisa saja hal ini akan mempengarui proses penyembuhan. Karena sejatinya terapi bekam adalah terapi sunnah, bukan sekedar terapi badan. Wa Allahu ‘alam.

 

[1] HR. Ahmad, 20205

[2] HR. Ahmad, 18455.

[3] HR. Thabbrani, 11887

[4] HR. Bukhari, 5683

[5] HR. Abu Dawud, 3863

[6] HR. Abu Dawud, 3860

[7] HR. An-Nasa’i, 2848

[8] HR. Thabbrani, 6785

[9] HR. Bukhari, 1. Muslim, 1907

Admin
Admin
marisembuh.com

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *