Terapi Stroke Mandiri dengan Herbal
2 December 2017
Perawat Lansia di Yogyakarta
6 December 2017
Show all

Empat Elemen Dasar untuk Pemulihan Pascastroke

latihan pasca stroke

latihan pasca stroke

Menggabungkan elemen – elemen berikut ini terbukti mendorong perubahan neuroplastis (pengubahan struktur otak) yang diperlukan untuk pemulihan.

  1. Berulang – ulang

Ambil pilihan yang menggunakan latihan berulang. Gerakan yang ingin  Anda pelajari kembali haruslah dilakukan berkali – kali. Misalnaya, jika Anda ingin lebih terampil mengangkat kaki, maka Anda harus berkonsentrasi melakukan gerakan itu berulang kali dan dengan kualitas sebaik mungkin. Percobaan kedua harus lebih baik daripada percobaan pertama. Dalam setiap percobaan, usahakan untuk sedikit melampaui kemampuan Anda saat ini.

  1. Tugas Khusus

Perubahan neuroplastis lebih mudah terjadi jika gerakan yang Anda coba pelajari kembali menjadi bagian suatu tugas di kehidupan nyata. Tugas itu harus bermakna (penting, perlu, dan menarik) bagi Anda. Semakin penting tugas itu bagi Anda, semakin mendorong kesembuhan. Misalnya saja, jika Anda berusaha menguasai kembali ketrampilan mengangkat benda – benda, jadikan itu bagian dari tugas kehidupan nyata yang berarti bagi Anda. Jika Anda senang melukis berlatihlah mengangkat kuas. Tetapi bagaiaman jika Anda tidak mampu mengangkat kuas? Anda hanya perlu melatih sebagian dari tugas itu.

 

pemulihan pascastroke

pemulihan pascastroke

  1. Latihan Borongan ( Massed Practice)

Biasanya diklinik rehabilitasi stroke kita hanya menemukan satu jenis terapi stroke (baca macam – mavam terapi stroke) atau latihan. Latihan borongan adalah latihan dengan berbagai metode atau cara yang digabung menjadi satu sesi. Latihan ini dapat menstimulus perubahan struktur otak secara lebih vital jika dibandingkan dengan latihan tunggal.

  1. Kebaruan

Latihlah gerakan – gerakan yang baru bagi Anda. Tentu saja, gerakan – gerakan tersebut tidak benar – benar baru. Anda mungkin sudah bisa melakukan gerakn – gerakan itu selama 50 tahun sebelum terkena stroke. Namun gerakan itu dianggap baru jika belum dipelajari lagi sejak Anda mengalami stroke. Para peneliti menggunakan istilah “baru” tetapi istilah yang lebih tepat mungkin “menantang”. Berfokuslah mempelajari gerakan – gerakan yang menantang. Mencoba gerakan – gerakan yang terlalu mudah tidak akan membantu pemulihan diri Anda. Begitu Anda bisa melakukan sauatu gerakan dengan kualitas mencapai sekitar 80% kemampuan prastroke Anda, beralihlah ke gerakan baru lainya.

(Diambil dari buku Stronger After Stroke, Petter G. Levine)

Pusat Perawatan dan Terapi Komplementer

Mari Sembuh

WA 0858-6713-0908

Admin
Admin
marisembuh.com

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *