Manfaat Al-Qur’an untuk Penyakit Mistis

                Mistis tidak selalu berarti mengandung magic atau bersifat mistik, tetapi bisa juga bermakna “masih misteri” alias “tidak kasat mata” atau “sulit diungakapkarena bersifat rahasia, teka-teki atau terselubung”. Dalam hal ini, Al-Qur’an sendiri memiliki sifat yang tidak dapat dilogikakan alias mengandung misteri seperti sisi kemukjizatan Al-Qur’an terhadap banykak hal yang kemudian dapat diungkap seiring maju dan lajunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, tetap saja ada hal-hal yang tidak dapat diungkapdengan ilmu dan teknologi manusia sampai Hari kiamat, seperti masalah-masalah gaib yang bersifat mutlak. Misalnya, Dzat Allah, hakikat alam malaikat, hakikat alam jin, hakikat roh, hakikat surga dan neraka, dan sebagainya.

                Adapun yang dimaksud dengan manfaat ayat-ayat Al-Qur’an secara mistis yaitu pengaruh ayat-ayat Al-Qur’an mengatasi persoalan-persoalan kesehatan yang belum terungkap didunia medis. Termasuk dalam masalah-masalah mistis adalah penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan jin dan sihir. Gangguan jin dan sihir-oleh banyak pakar medis, psikolog, dan sebagian ulama-dianggap irasional (tidakmasuk akal) alias penyakit yang tidak logis. Sementara di kalangan mayoritas ulama, gangguan jin dan sihir adalah sesuatu yang disepakati, sehingga melahirkan konsekuensi hukum, seperti adanya hukuman bagi tukanng sihir, sesatnya meminta pertolongan jin (Al-Jin: 6), dan sebagainya.

                Manfaat atau pengaruh Al-Qur’an untuk mengatasi gangguan jin dan sihir sudah terbukti sejak zaman klasik sampai zaman sekarang. Para ulama zaman dahulu, Seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Syaikh Badarrudin Asy-Syibli, Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi, dan ulama lainya, telah munulis buku untuk menjelaskan dunia jin serta pengaruh yang ditimbulkannya, seperti sihir, kesurupan, penyakit ‘ain, dan sebagainya. Begitu pula ulama-ulama zaman sekarang, seperti Syaikh Wahid Abdussalam Bali, Syaikh Muhammad Ash-Shayim , Syaikh Abul Barra’ Usamah bin Yasin Al-Ma’ani, Ustadz Majdi Muhammad Asy-Syahawi, dan lain-lain. Termasuk ulama-ulama kenamaan kontemporer seperti Syaikh DR Yusuf Al-Qaradhawi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh DR Sulaiman Al-Asyqar, dan lain-lain, juga menulis buku tentang pengaruh Al-Qur’an terhadap ganguan jin dan sihir.

Baca Yang Ini  Pengobatan Ambeien di Jogja

                Kadang –bahkan sering-ada orang yang mengalami suatu penyakit aneh dalam dirinya, lalu diperiksakan ke dokter medis atau dikonsultasikan kepada seorang psikolog, tetapi mereka memvonis bahwa pasien tidak mengalami penyakit apapun. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan alat-alat kedokteran nan canggih pun hasilnya nihil. Nah, inilah yang dimaksud dengan hal-hal yang besifat mistik., misteri atau gaib oleh dunia medis. Tetapi bagi kalangan peruqyah-setelah dilakukan pendektesian melalui gejala-gejala awal gangguan jin-hal itu merupakan hal biasa karena memang ada dalil-dalil tentang gangguan jin dan sihir. Setelah dilakukan prosses ruqyah syar’iyyah dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, alhamdullilah terjadi perubahan positif berupa hilangnya atau berkurangnya keluhan-keluahan yang dialami pasien.

Manfaat Al-Qur’an untuk Penyakit MIstis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *