Sudah hampir tiga minggu aku merawat seorang ibu paruh baya yang terdiagnosa Ca Ovari stadium IV dengan asites di perut dan paru. Respon ibu ini terhadap penyakitnya berupa sesak nafas (karena ada asistes/cairan di perut dan parunya), rasa nyeri di perut (karena tumornya), dan cemas (karena belum tahu prosedur pengobatan yang ingin dijalani). Beliau selalu berbaring ke kanan dengan ganjalan bantal di sebelah perutnya untuk menahan rasa nyeri. Pada malam hari tidurnya sering terganggu karena perasaan cemas dan tidak nyaman. Kurang lebih seperti itulah keadaan klien ini.

Di sela – sela waktu longgar kami masuk ke kamar klien dengan ca ovari ini, bukan untuk memberikan obat, mengecek cairan infus atau mengambil sampel darah melainkan hanya ingin duduk dan mendengarkan keluhan beliau tentang keadaanya. Kami percaya dengan teori Dr. Jean Watson bahwa “effectif caring (perhatian yang tepat) berkontribusi pada penyembuhan dan kesehatan seseorang”.

Seiring dengan usahaku untuk menunujukan rasa “care” kepada ibu ini, beliau mulai percaya dan mengungkapkan rasanya terkait perubahan pada dirinya dan keluarganya karena penyakit yang sedang diderita. “Saya ndak tahu mas kok tiba – tiba begini penyakitku, untungnya saya punya anak dan suami yang baik dan mendukung usaha penyembuhan ini, sungguh mas dalam kondisi seperti ini saya merasakan nikmat yang Alloh tidak berikan pada saat saya sehat, yakni nikmat bersyukur dan ingat pada kasih sayang Alloh. Mungkin ini hikmah dibalik ca stadium IV ya mas, dulu semua makanan saya makan, saya bebas melakukan apa saja, yang saya inginkan pasti saya lakukan, saya benar – benar bebas tak sadar diri hanya ikut hasyrat nafsu dan trend”(beliau kemudian diam). Sontak hati ini bilang “Alhamdulilah, kau temukan nikmat di tumor stadium IV, semoga Alloh meyembuhkanmu dan menghapus dosa yang telah lalu atas kesabaran dan ketabahanmu”. Mari tadzabur ayat “Maka nikmat Alloh yang mana yang kamu dustakan(Ar-Rakhman:13)”.

Baca Yang Ini  Syukur Sakit

Tulus Prasetyo

@ RS. DR. Sardjito, Yogyakarta

Kutemukan Nikmat di Tumor Stadium IV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *